Dana Pensiun Angkasa Pura I (DAPENRA)
Sep 2017
Data belum tersedia

 


 Artikel



TERIMA KASIHTERIMA KASIH
  Selasa, 4 Oktober 2011

TERIMAKASIH

Oleh : Heru Legowo

 

 

Puasa Ramadhan hari ke 12, tiba-tiba saja melintas di benak sebuah kata yang biasa tapi sering kita lupakan maknanya : Terimakasih. Sebuah kata sederhana, biasa dan tidak istimewa. Banyak diucapkan orang, baik hanya sebagai basa-basi politeness tetapi banyak pula yang memaknainya dengan benar. Dalam setiap interaksi hubungan pribadi, institusi dan komunitas; terimakasih menjadi sebuah kata yang mencairkan semua kekakuan, keakuan dan juga kebekuan.

 

Sebagai pemimpin seyogyanya kita dapat menggunakan kekuatan dari kata tersebut dalam mengelola manusia, mengelola pekerjaan dan mengelola lingkungan di sekitar kita. Banyak boss sering lupa mengatakan terimakasih, ketika anak buahnya telah bekerja dengan baik, bahkan kadang-kadang melampaui targetnya. Jika boss mengucapkannya kadang-kadang terkesan hanya sebagai formalitas, bukan benar-benar ikhlas keluar dari hati kecilnya yang paling dalam. Marilah kita mencoba merenungkannya kembali dengan lebih cermat lagi.

 

Ucapan Terimakasih yang begitu sederhana keluar dari bibir si boss, sebenarnya memiliki makna yang sangat besar bagi anak buah. Jika diucapkan dengan tulus dan ikhlas, terimakasih dapat membuat anak buah lebih semangat dalam menyelesaikan tugasnya.

Sebenarnya jika disederhanakan, tugas pemimpin hanya 3 langkah yaitu : mengarahkan sebelum suatu tugas dilakukan, membantu jika ada kesulitan dalam pelaksanaanya dan mengucapkan terimakasih pada saat tugas selesai dilakukan.

 

Jadi, terimakasih menjadi titik kulminasi dan pengakuan atas prestasi kerja anak buah. Sebagai seorang pemimpin, jangan pernah anda lupa untuk mengucapkan terimakasih yang efeknya sangat besar ini.

Ingat 3 langkah tugas pemimpin yang diatas! Jangan malah melakukan 3 langkah kebalikannya : tidak mengarahkan anak buah bagaimana tugas harus dilakukan, membiarkan pelaksanaan pekerjaan tanpa bantuan, kemudian marah-marah jika tugas tidak selesai dilakukan!

 

Jika itu yang anda lakukan, anak buah menjadi demotivasi. Mereka tidak merasa dihargai. Akibatnya mereka menjadi kurang bersemangat dan tidak termotivasi, malah lebih buruk lagi mereka menjadi tidak punya greget untuk memberikan yang terbaik yang mereka miliki. Dan pada gilirannya perusahaan juga yang dirugikan. Saya percaya, sebagai pemimpin dan manager anda semua sudah melakukan hal itu. Tulisan  ini hanya sekedar untuk mengingatkan, barangkali ada yang khilaf kurang memperhatikan makna yang sebenarnya dari kata terimakasih tersebut.

 

Akhirnya, tidak terasa bulan Ramadhan yang penuh hikmah ini sudah berjalan sepertiganya, mudah-mudahan diantara kita ada yang beruntung akan mendapatkan malam Lailatul Qadar malam yang lebih bermakna dari pada 1000 bulan.

Semoga Allah Swt meridhai dan membimbing kita semua dalam bekerja agar menjadi bermanfaat bagi keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia.

 

Amin Ya Robbal Alamin.











Artikel lainnya :

  .: Investasi DAPENRA

  .: MENJALANI MASA TUA DENGAN TETAP SEHAT & SEMANGAT

  .: I DID IT MY WAY

  .: 7 Kiat Menjalani Karir Kedua

  .: MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

  .: Hidup Manusia Seperti Sebuah Buku

  .: Do The Best and God Will Do The Rest

  .: Sering Sakit-sakitan Pertanda Tubuh Banyak Radikal Bebas

  .: Penyesuaian Diri Terhadap Ambang Masa Pensiun

  .: 5 Tanda Serangan Jantung

  .: Sel Penumpas Kanker

  .: Manfaat Tempe

  .: Terapi Air Putih

  .: Jalan Keluar Dari Permasalahan

  .: Jalan Menuju Usia 100 Tahun

  .: Jadi Pengusaha Setelah Pensiun, Kenapa Tidak?

  .: Penyakit Kanker Sudah Tidak Berbahaya Lagi

  .: Seratus dan Satu (bukan 101) Keinginan

  .: Pertolongan Pertama Pada Penderita Stroke

  .: 7 Tips Mengelola Kebosanan di Tempat Kerja